SPIRIT BUDAYA ETNIK WARNAI SIDANG KE-13 KLASIS GPM PULAU AMBON TIMUR
SPIRIT BUDAYA ETNIK WARNAI SIDANG KE-13 KLASIS GPM PULAU AMBON TIMUR.
Penampilan anak-anak dengan musik ukulele, suling dan tifa, tarian lengso diiringi totobuang serta kapatta adat di pintu masuk gedung gereja Zebaoth Rutung. Di dalam gedung gereja telah tersedia miniatur tempat pukul sagu, goti dan air serta sejumlah tumang sagu. Tanggu persembahan menggunakan tumang serta liturgi ibadah pembukaan dalam bahasa melayu Ambon. Paduan Suara Mitra Jemaat GPM Rutung tampil memukau dengan lagu "Somba Upu Yesus". Tak ketinggalan Mitta Talahatu anak negeri Rutung tampil memukau dengan lagunya "Ku Ucap Syukur Tuhan". Rutung menjadi unik karena di negeri ini pula tempat lahir Ketua Sinode GPM saat ini, Pdt E.T Maspaitella, M.Si
Suasana budaya etnik mewarnai Sidang ke-13 Klasis GPM Pulau Ambon Timur yang berlangsung sehari pada Minggu 2 Maret 2025 di negeri Rutung, Lopurisa Uritalai . Ibadah Pembukaan dilayani oleh Pdt Ruth Rosani Saiya, M.Si, dosen Fakultas Teologi UKIM Ambon yang juga mantan Ketua Majelis Jemaat GPM Waringin Pintu Klasis Ambon Timur. Sidang yang dihadiri utusan 30 Jemaat dan undangan lainnya dikemas dengan semangat budaya lokal Ambon yang dinamis.
Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Timur Pdt Oudy Ririmasse, S.Th dalam pidato pembukaan menyampaikan apresiasi dari terima kasih kepada jemaat-jemaat khususnya kepada Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon Timur masa pelayanan 2020-2025. Ia juga menyampaikan bahwa sidang ini merupakan sidang terakhir karena dalam bulan Maret 2025 ini ia telah memasuki masa pensiun.
Pemerintah daerah kota Ambon yang diwakili Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, M.Si dalam sambutannya mengharapkan agar kerjasama antara GPM pemerintah dan pemerintah kota Ambon agar terus dirawat dan ditinggkatkan. Ia juga menginformasikan bahwa pada hari Senin 3 Maret 2025 Walikota Ambon Drs Bodewyn Wattimena, M.Si dan Wakil Walikota Ely Toisuta, Sos akan tiba di kota Ambon.
Sidang ke-13 ini dibuka dan ditutup oleh Wakil Sekretaris MPH Sinode GPM Pdt Dr Rudolf Rahabeat. Turut menyampaikan sambutan penutupan Raja Negeri Rutung Reza Maspaitela. Raja Rutung yang juga Ketua Latupatti kota Ambon ini turut mempromosikan wisata hutan sagu dan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Kami terus mendorong pengembangan ekonomi kecil menengah dengan membangun kolaborasi pemerintah, gereja, komunitas, perguruan tinggi dan media" ungkap Maspaitella.
Dalam sidang ini telah dipilih dan dilantik Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau Ambon Timur masa pelayanan 2025-2030, peserta tetap Majelis Pekerja Lengkap Sinode GPM atas nama Penatua Jefta Malassa dan delapan orang peserta Sidang Sinode GPM. Diharapkan para pelayan ini terus melayani dengan setia dan optimal dalam spirit berjalan bersama (sun hodos). Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon Timur Pdt Feby Songupnuan, M.Si membacakan hasil-hasil sidang berupa program, anggaran pendapatan dan belanja tahun 2025 serta sejumlah rekomendasi.
Sebagai syukur atas semua agenda sidang Klasis dilakukan Ibadah Penutupan yang dilayani Pdt Berty Latuiperissa. Didalam ibadah itu pula diserahkan secara simbolis "tumang sagu" dari Panitia kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Halong Anugerah Pdt John Beay karena Sidang Klasis Ambon Timur tahun 2026 akan berlangsung di Jemaat Halong Anugerah. Selamat melaksanakan hasil-hasil persidangan. Tuhan Yesus memberkati.