Sidang Klasis Ke 37 & MPPD Daerah Ternate Ke 12 Digelar di Jemaat GPM Tifure
Sidang Klasis Ternate Digelar di Jemaat GPM Tifure
Tifure Batang Dua – Jemaat GPM Tifure menjadi tuan rumah Persidangan Klasis ke-37 dan Persidangan MPPD Daerah Ternate ke-12 yang berlangsung bersamaan dalam ibadah ritual, Kamis (13/3/2025). Ibadah pembukaan dilayani Ketua Sinode GPM Pdt E T Maspaitella dengan pembacaan firman Tuhan dari Mazmur 142:1-8.
Persidangan ini diikuti oleh empat jemaat, yakni Jemaat GPM Ternate, Jemaat GPM Soatabanga, Jemaat GPM Mayau, dan Jemaat GPM Tifure. Para pendeta serta penatua dan diaken hadir mewakili masing-masing jemaat. Sidang Klasis ke-37 dijadwalkan berlangsung selama satu hari.
Ketua Daerah AMGPM Ternate: Generasi Muda Harus Punya Pondasi Kuat
Ketua Daerah AMGPM, Keygan Lopulalan, dalam pidatonya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi era globalisasi.
“Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Peran aktif dalam pembinaan dan pengembangan daerah sangatlah penting. Oleh karena itu, generasi muda harus memiliki pondasi iman yang kuat,” ujarnya.
AMGPM, kata Keygan, telah melaksanakan berbagai program keagamaan, sosial, dan pelatihan. Sejumlah kegiatan yang telah digelar antara lain:
• Aksi Kalesang Pantai oleh AMGPM Mayau,
• Kegiatan pemungutan sampah oleh AMGPM Ternate,
• Pelaksanaan GKM, serta
• Aksi solidaritas membagikan koran untuk sholat Idulfitri.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, AMGPM dapat terus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Klasis: 78,13% Program Tahun 2024 Telah Terealisasi
Ketua Klasis Ternate, Pdt. Willem Terloit, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada Sidang Klasis ke-36 tahun 2024 di Jemaat GPM Imanuel Ternate, telah ditetapkan 28 program dengan 48 kegiatan. Dari jumlah tersebut, 40 kegiatan terlaksana, mencapai 78,13%, sementara 8 kegiatan belum terealisasi dengan tingkat ketidaktercapaian 21,87%.
Lima rekomendasi utama yang ditetapkan pada sidang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan 100%. Sementara itu, hasil Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Tahun 2024 menunjukkan kontribusi capaian dalam tiga sasaran pengembangan profil bergereja, yaitu:
• Profil Umat: 75%,
• Profil Pelayan: 82,25%,
• Profil Lembaga: 77,08%.
Di bidang keuangan, anggaran berimbang ditetapkan sebesar Rp1.079.601.605, dengan capaian realisasi mencapai Rp1.072.579.648 atau 99,34%.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen pelayanan dan jemaat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Jemaat periode 2020–2025 yang telah menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Pdt. Willem.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Majelis Jemaat periode 2025–2030 yang akan melanjutkan estafet pelayanan.
Ketua Sinode: Gereja Harus Bersandar Pada Tuhan
Ketua Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, menegaskan bahwa gereja harus senantiasa menyadari keterbatasannya dan bersandar pada Tuhan.
“Gereja yang mengaku dosa adalah gereja yang sadar bahwa ia tidak dapat hidup di luar Roh Kudus. Gereja seperti ini terus dibentuk dan diperbarui agar dapat menjalankan amanat pengutusan yang bersumber dari Kristus,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa gereja yang mengakui kelemahannya akan selalu terlihat dalam kebersamaan, saling menolong, dan berbagi kasih.
“Gereja yang mengakui keterbatasannya akan selalu meminta hikmat Tuhan. Dalam menghadapi tantangan dan masalah, gereja harus tetap bertindak sebagai agen pendamaian, penguatan, dan pemulihan,” jelasnya.
Gereja, tambahnya, harus tampil sebagai gembala yang mencari dan menggendong domba yang lemah dan tersesat, membawa mereka kembali kepada Kristus, Sang Gembala Agung.
Pemkot Ternate: Gereja Harus Peka terhadap Persoalan Sosial
Mewakili Wali Kota Ternate, Sekcam Batang Dua, Rosdiana Mangolo, mengajak gereja untuk lebih peka terhadap dinamika sosial dan tantangan zaman.
“Saat ini, kita dihadapkan dengan berbagai persoalan, seperti korupsi yang merajalela, efisiensi anggaran, serta masalah akses pangan bergizi,” ujarnya.
Menurut Rosdiana, gereja memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan iman bagi jemaat serta membentuk karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan sosial.
“Gereja harus bekerja lebih keras dalam mengayomi dan menciptakan kehidupan berjemaat yang lebih baik,” tutupnya.

Refleksi dan Harapan Sidang Klasis
Sidang Klasis ke-37 ini menjadi momentum untuk evaluasi dan perencanaan pelayanan ke depan. Diharapkan, setiap keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat memperkuat pelayanan gereja dan membawa kemajuan bagi seluruh jemaat GPM di Klasis Ternate.
“Mari terus berjalan dalam iman, kasih, dan pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan,” pungkas Ketua Klasis Pdt. Willem Terloit.