Pengembalian Manajemen Pesekolahan Rehoboth dan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah




Kamis, (25/05), Kerjasama yang dibangun selama kurang lebih 12 tahun antara Dr. J. B. Sitanala bersama dengan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) telah berakhir. Berlangsung di Gedung Aula Kantor Sinode GPM, telah berlangsung proses pengembalian Manajemen persekolahan Rehoboth dan serah terima jabatan kepala sekolah. Turut hadir, MPH Sinode GPM,  Sekretaris YPPH, Hans Deny, Kepala HRD YPPH, Natalia Jonaswar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, yang diwakili oleh Kepala Bidang GTK, Dra. Paula Tahapari, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Jhon Sandres, S.Pd,.


Dr. Sarlota Singerin, dalam sambutannya mengatakan hari ini GPM menyatakan tekad yang sudah diaktakan di beberapa waktu lalu. Ini adalah sejarah bagi gereja untuk melangkah dengan yakin, dan setelah alih kelola pada tanggal 16 juni nanti, maka YPPK sudah bisa menempati dan mengatur yayasan pendidikan yang bermutu bagi Maluku dan Maluku Utara.

“Kami berterima kasih atas kerjasama yang sudah digagas selama 12 tahun ini, kami bersyukur dengan kehadiran YPPH, malalui kehadiran sekolah Lentera” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua MPH Sinode, Pendeta E. T. Maspaitella mengawali arahannya berterima kasih karena masyarakat Maluku mendapatkan sebuah pola pengelolaan sekolah bermutu melalui sekolah lentera harpaan lebih dari 1 dekade.

”Sesungguhnya itu memberi inspirasi kepada banyak orang terutama gereja dalam rangka memperluas seluruh jaringan penyelenggaraan sekolah bermutu untuk turut berpartisipasi memberi kontribusi bagi GPM.” Ungkapnya.


Pendeta Maspaitella menjelaskan bahwa, pilihan mengembangkan SLC supaya gereja bisa merangsang sekolah milik YPPK yang lain. Terutama pada sekolah di wilayah yang tak tergantikan.


GPM sejak 2021 telah melakukan gerakan untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan di Maluku dengan menyediakan relawan mengajar, namun hal ini dipandang belum bisa menjawab. Untuk itu, dengan belajar menerapkan pola dari hasil kerjasama dengan YPPH, diharapkan bisa membangun 1 lagi atmosphir, YPPK sebagai bengkel yang  nantinya dapat menjangkau sekolah yang lain.


Kemudian, kepada para kepala sekolah, Pendeta Maspaitella berpesan agar dapat membuktikan kepada anak didik, dengan memberikan pelajaran yang bermutu. Yang nantinya akan memberikan impact ke masyarakat bahwa YPPK mampu membentuk karakter etik kristiani.


Selanjutnya, Hans Deny menyampaikan bahwa salah satu tekad dan misi YPPH ingin berdampak dengan gerakan yang radikal untuk menciptakan sekolah kristen dengan guru yang takut akan Tuhan.


“Kami sungguh bersyukur berteima kasih untuk kerjasama ini apresiasi yang besar kami sampaikan. Kami berkomitmen untuk terus bergandengan tangan meskipun berkahir dan akan handover di 16 juni. Tapi kami berkomitmen untuk bisa bekerjasama dengan YPPK untuk bisa berkolaborasi dengan tujuan guru kristen profesional bisa tercipta. Itu kerinduan kami,” ungkapnya.


Dinas Pendidkan Kota Ambon sendiri memberikan apresiasi terhadap hasil dari kolaborasi antara YPPK dan YPPH. Ini nyata terwujud dalam 12 tahun ini, YPPH melalui Lentera telah mengembangkan pendidikan dengan memberikan kontribusi di dalam berbagai kompetisi bagi kota Ambon.

Kemudian, dalam momentum sejarah ini pula, dilangsungkan proses serah terima jabatan kepala Sekolah dari SD, SMP dan SMA.