Ketua Sinode GPM Apresiasi Klasis GPM Kei Besar Menjadi Klasis Mandiri
Setelah
serahterima sebagai ketua Klasis GPM Kei Besar 4 Agustus 2024 di Gereja
Maranata Elat Kei Besar, Pdt Donny
Toisuta, M.Pd tancap gas (Sinodegpm.id, 15/8/24). Kerja keras dan kerja cerdas
serta kerjasama dengan pimpinan-pimpinan jemaat seluruh pelayan dan warga
jemaat berbuah manis. Pada Rekon dan Revat Sinode 27-28 Januari 2025 di aula
kantor Sinode, Ketua Sinode GPM Pdt Elifas Maspaitella memberi apresiasi atas
capaian Klasis Kei Besar menjadi klasis mandiri di bidang keuangan. “Dalam
waktu lima bulan, Ketua Klasis membuat terobosan, Klasis Kei Besar mandiri di
bidang keuangan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah faktor leadership”
ungkap ketua Sinode.
Pendeta Donny
Toisuta mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Ia meyakini sebagai berkat
Tuhan dan buah kerjasama semua pihak. “Capaian ini terjadi karena dukungan
jemaat-jemaat, dukungan para pendeta dan penatua diaken, bendahara
Jemaat-jemaat serta pegawai kantor klasis, khususnya bendahara klasis” ungkap
mantan Sekretaris Klasis GPM Ternate ini. Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai
kemandirian itu perlu kesungguhan dan kesabaran memberi penyadaran, displin
anggaran dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing jemaat.
Capaian ini
menjadi inspirasi bagi 6 klasis lainnya yang sedang terus berbenah dan berjuang
menjadi klasis mandiri. Capaian ini juga menjadi penegasakan bahwa langkah
menuju kemandirian itu bukanlah sesuatu hal yang mustahil. Hal ini senafas
dengan upaya GPM untuk terus mengembangkan ketahanan ekonomi jemaat-jemaat
antara lain dengan Gerakan Keluarga Menanam, Melaut dan Memasarkan. “GPM ini
gereja besar, punya potensi yang banyak, tinggal kita olah dengan baik maka
makin maju” ungkap Pdt Seles Hukunala, ketua Klasis GPM Buru Selatan di
sela-sela rekon-revat Sinode. Proficiat untuk Klasis GPM Kei Besar. Apresiasi
dan terima kasih buat Pdt Dony Toisuta dan rekan-rekan pelayan dan umat di
Klasis Kei Besar. Duad berkat !
Penulis: Pdt. R. Rahabeat