Iman Mengalahkan Ketakutan




2 Korintus 7 : 5 - 7

Paulus mengungkapkan dalam segala penderitaan yang dialaminya, ia sangat terhibur dan berlimpah dengan sukacita. Secara logis, tidak ada kaitan antara penderitaan dengan penghiburan, apalagi sukacita. Paulus mendapati bahwa kunci sukacita itu bukan dari aspek lingkungan di sekitar dirinya, melainkan karena keeratan hubungannya dengan Tuhan. Fakta ini membuat dirinya mampu untuk senantiasa bersukacita. Paulus dalam melakukan pelayanannya, ia juga mengalami banyak kesusahan, ketakutan bahkan ia juga pernah berada dalam posisi dimana dirinya merasa tidak tenang. Tetapi tekad dalam melayani lebih besar daripada tantangan-tantangan itu. Ia bersyukur masih ada pengiburan  yang bisa ia nikmati saat penderitaan dan kesusahan datang, ada banyak orang yang mengasihinya dengan tulus ada juga orang-orang yang peduli kepadanya. Ketika tantangan itu datang Paulus tidak kehilangan pengharapan dan berputus asa tetapi sebaliknya ia bangkit dengan iman yang teguh dan tetap percaya kepada Kristus sang Mesias. Rasa takut tentu pernah dialami oleh setiap manusia. Rasa takut yang dirasakan bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Bila  ingin mengalahkan rasa takut, kita harus punya iman yang teguh dan rasa percaya yang penuh kepada Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.Yakinlah, dalam tinggal tenang dan tetap percaya terletak kekuatan kita.

Doa: Bapa, tolong kami supaya selalu punya iman yang teguh hadapi tantangan hidup. Amin.