Catatan dari Kusuma Agrowisata; Sidang MPL PGI 2025
Sidang MPL PGI
berlangsung pada 7-10 Februari 2025 di hotel Kusuma Agrowisata, Batu, Malang,
Jawa Timur. Sidang ini mengangkat Tema: “Hiduplah sebagai Terang: Mewujudkan
Ecclesia Domestica yang Menghargai Segenap Ciptaan Allah dalam Rangka Menyongsong
Indonesia Emas 2045.”
Pandu sidang menjadi salah
satu bagian penting dari Agenda tahunan PGI ini. Untuk itu, sebelum dimulainya
agenda Persidangan, para Pandu sidang yang berasal dari berbagai gereja telah
dibekali dengan pelatihan baik dalam bentuk daring maupun pertemuan secara
langsung beberapa hari sebelum sidang dimulai, yang dilaksanakan di Griya Bina
Lawang (GBL), Malang. Pelatihan ini bertujuan untuk menguatkan pelayanan dan
menumbuhkan kepemimpinan pada kaum muda, serta mempersiapkan mereka dalam
memandu jalannya persidangan.
Pandu sidang MPL PGI ini berasal dari berbagai gereja yang
sebelumnya sudah ada dalam proses seleksi dan terpilih 25 orang pemuda,
diantaranya: 8 orang dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat sebagai nyonya dan tuan rumah, serta satu
perwakilan dari masing-masing gereja PGIW Sulsel, GKJ, GPSI, GPKB, GKST, GMIM,
GPM, GEKINDO, Gereja Toraja, GEPSULTRA, GIA, GKSS, GMIMB, PGIW Jatim, dan UKSW
Ecclesia
Domestica atau Gereja Rumah Tangga

Ecclesia domestica
menjadi isu pokok Sidang MPL PGI 2025. Hadir sebagai peserta sekaligus pemateri
pada sidang MPL PGI, Ketua Sinode GPM, Pendeta E. T. Maspaitella dalam
pemaparannya terkait ecclesia domestica atau gereja rumah tangga, Pendidikan
dan Pastoral Intergenerasi antara keluarga Kristen menjadi salah satu tools yang dapat dilakukan untuk
mencapai Ecclesia domestica.
GPM Sendiri sudah
menjadikan keluarga sebagai basis utama pembinaan. Lewat pelaksanaan Binakel
(Bina Keluarga) yang biasa dilakukan setiap jam 8 malam di masing-masing
keluarga. Dimana pelaksanaan Binakel itu sebagai ruang bagi anggota keluarga
untuk memberi nasihat dan pembinaan dari orang tua kepada anak. Serta membuka
ruang bagi anak memberi pendapat, dan mendengar curhatan hati anak. Bahkan sejak
30 Agustus telah di tetapkan sebagai Hari Keluarga GPM. Ini sudah berlangsung
sejak tahun 2015.
Pemuda
Gereja dan Isu Ecclesia domestica
Menjadi suatu pengalaman
penting bagi para Pandu Sidang MPL PGI. Selain bertugas untuk memberikan
pelayanan bagi para peserta sidang selama berlangsungnya sidang, Pandu Sidang
juga dapat belajar melalui paparan materi dalam sidang MPL PGI 2025. Menyoroti
Ecclesia Domestica sebagai isu yang diangkat dalam Tema MPL PGI 2025, Pandu
sidang, yang adalah pemuda gereja, penerus generasi bangsa, memiliki peran
penting dalam mewujudnyatakan hal tersebut. Hal ini dapat di lakukan melalui
peran aktif pemuda dalam penanggulangan “Polycrisis” yang dewasa ini dihadapi
oleh Gereja tetapi Juga Negara Indonesia, diantaranya krisis keluarga, krisis
teknologi digital, krisis pendidikan, krisis lingkungan dan krisis kebangsaan.
Oleh sebab itu, pemuda harus hadir dengan tetap memelihara nilai-nilai kebaikan
dan membawa dampak positif kepada sesama dan dunia ini.

Ketua Umum PGI, Pdt. Jack
Manuputty dalam arahan penutup menyampaikan ucapan terima kasih kepada terima
kasih kepada gereja-gereja yang telah memberi
dukungan bagi para pemuda. Ia menambahkan, bahwa mereka bukan saja
menjadi Pandu Sidang tetapi mereka juga adalah Kader Muda Oikumene.
Sidang ini dihadiri oleh
utusan sinode gereja anggota PGI, mitra PGI, PGIW, serta tamu undangan.
Penulis: LB