Sidang MPL PGI 2024 Di Mentawai Soroti Isu Pembangunan Dan Kehidupan Demokrasi



Sidang MPL PGI 2024 Di Mentawai Soroti Isu Pembangunan Dan Kehidupan Demokrasi

Tahun 2024 ini, gereja-gereja di Indonesia memulai seluruh tugas pelayanan dengan melaksanakan sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI di Sinode Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM). Sidang ini berlangsung di Tuapejat, 26-30 Januari 2024.

Ephorus GKPM, Pdt. Binsar Parlindungan Sababalat, mengakui bahwa dengan keberadaan kepulauan Mentawai, secara khusus Sinode GKPM, memerlukan bantuan semua gereja di Indonesia. Dalam perspektif satu tubuh banyak anggota, pada khotbahnya, ia meyakinkan semua gereja anggota PGI untuk saling melengkapi. 

Pada kesempatan tersebut, Uskup Padang, Mgr. Dr. Vitus Robianto Solichin,  sebagai bagian dalam kemitraan dengan PGI turut hadir dan mengucapkan selamat bersidang dengan harapan agar gereja-gereja terus bergandeng tangan mewujudkan keadilan, terutama di Mentawai, agar suara orang-orang Mentawai juga dapat didengar.

Dalam kaitan dengan agenda Pemilu, Uskup menyerukan agar Pemilu harus berhasil memilih orang-orang yang baik untuk membangun bangsa ini. Indonesia masih tetap mempunyai masa depan yang cerah tetapi harus berusaha mengatasi masalah besar saat ini yakni korupsi dan kemerosotan demokrasi. Pemilu harus memenangkan, menyelamatkan dan memajukan bangsa Indonesia.

drh. Ernaldy, MM, Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, menyambut kehadiran semua peserta di Mentawai sebagai "pagar terakhir" NKRI. Gubernur, dalam sambutan tersebut berharap agar ada kontribusi pemikiran dari sidang ini untuk mengatasi masalah-masalah bangsa termasuk stunting, kemiskinan dan aksesibilitas logistik, termasuk di daerah kepulauan seperti Mentawai, sebab biaya transportasi yang mahal. Ia berjanji akan ada perhatian pemerintah Provinsi Sumbar untuk Mentawai terutama di bidang penyediaan pangan dan peningkatan SDM menuju Indonesia Emas 2045, disertai perbaikan infrastruktur, sarana prasarana teknologi yang mendukung pendidikan dan kualitas guru termasuk di kepulauan Mentawai.

Pada kesempatan yang sama, Togap Simangungsong, Dirjen Pemerintahan dan Politik Kementerian Dalam Negeri berharap agar penyelenggaraan Pemilu khususnya di daerah 3T, dapat berlangsung baik. Dari total pemilih 66 ribu orang dengan angka generasi milenial dan Gen Z mencapai 64%. Karena itu diharapkan angka partisipasi pemilih yang tinggi dari kalangan dua generasi itu, di atas standard nasional 79.9%. Ditambahkannya bahwa ada empat (4) indikator berhasilnya pemilu yaitu berlangsung aman dan lancar, tingkat partisipasi tinggi, keamanan terjaga, pelayanan masyarakat berjalan lancar meskipun ada tahapan pelaksanaan Pemilu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Urusan Agama Kristen, Pdt. Dr. Amsal Yuwei, mewakili Dirjen Bimmas Kristen, Kementerian Agama RI, menyampaikan betapa perlunya sentuhan pelayanan kepada umat beragama di Mentawai. Sebab itu pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan perlu menjadi perhatian bersama. 

Sidang MPL PGI menjadi panggung untuk merenung dan memperkokoh spiritualitas keugaharian demi kehidupan yang berkeadilan, bermoral dan beretika sebagai fondasi yang memperkokoh kehidupan bangsa. MPL ini harus membimbing masyarakat yang demokratis, adil dan sejahtera sehingga langkah dan kebijakan yang diambil merupakan cerminan nilai luhur kebangsaan. Tentang Pemilu diharapkan gereja-gereja dapat membangun kesadaran politik yang bersih dan jujur. Ini memerlukan komitmen untuk menghindari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sambil menghormati proses pemilu yang sedang berlangsung; demikian tercetus dalam sambutan Dirjen yang dibacakan Yuwei.

Atas nama MPH PGI, Pdt. Dr. Lintje Pelu, yang dipercayakan menyampaikan Sambutan MPH menegaskan beberapa pesan gerejawi untuk membimbing seluruh proses sidang MPL. 

Dikatakannya bahwa ada tantangan-tantangan strategis yang dihadapi kini dan ke depan. Memilih Mentawai sebagai tuan dan nyonya rumah salah satunya untuk mendorong percepatan pembangunan baik pada sisi SDM, kesehatan, kemiskinan dan lainnya. Diharapkan agar jejaring dan relasi melalui gereja akan membawa kemajuan bagi masyarakat di Mentawai. Ini semua butuh kerja cerdas dan tulus untuk mewujudkan keadilan sosial. 

MPL ini dilaksanakan menjelang Pemilu 14 Februari 2024. Diharapkan agar pesta besar demokrasi ini mengingatkan gereja memperjuangkan keadilan di bumi Pertiwi ini. Harus ada upaya membangun sikap etis sehingga pemilu dilaksanakan secara bermatabat, jujur, adil dan beretika. 

Mengenai isu-isu pembangunan, perlu ada kerja kolaboratif supaya ada kualitas yang beretika atau berkarakter untuk membangun bangsa ini termasuk di era digital.



Komentar

Iwan Toni Taileleu
Iwan Toni Taileleu
30 Januari 2024 19:23:06

Syalom, pelaksanaan MPL- PGI thn 2024, yang dipercayakan sebagai Tuan adalah sinode GKPM, saya bangga sebagai warga/putra Mentawai, ini adalah awal bersejarah bagi saya ketika pertama sekali pelaksanaan MPL- PGI 2024 di Mentawai,,,tema dan sub tema akan terwud jika warga jemaat dan para hamba Tuhan bersama- sama utk bersatu dlm membagun SDM, Pendidikan, memberantas kemiskinan, dan meningkatkan pelayanan sesuai visi dan misi Tuhan Yesus di bumi ini,,, jadilah berkat bagi semua orang,,, Tuhan Yesus memberkati,,, Amin

AHLUL
Media Center
18 Maret 2024 09:38:46

@Iwan Toni Taileleu, Amin

Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin